Kamis, 03 Mei 2012

Zat-zat Berbahaya dalam Makanan


Bicara masalah keamanan pangan, sudah bukan rahasia lagi kalau di Indonesia ini banyak terjadi kecurangan dalam produksi pangan. Kecurangan itu berupa penitambahan zat berbahaya bagi tubuh. Zat yang banyak diekspos media yaitu formalin, borax, dan pewarna tekstil. Bagi teman-teman yang belum tahu bahaya dari ketiga bahan tersebut bisa lanjutkan membaca post ini. Silahkan...!!

Formalin
Formalin adalah zat pengawet yang biasa digunakan sebagai pengawet mayat. Namun, zat pengawet ini sering ditambahkan sebagagai pengawet makanan, biasanya pada tahu dan ikan. Wujud formalin berupa zat cair yang berbau tajam. Formalin yang beredar di pasaran biasanya mengandung 37% zat formaldehida dengan rumus kimia H2CO.
Beberapa kegunaan formalin yaitu sebagai berikut:
  • Pengawet mayat;
  • Pembasmi lalat dan serangga pengganggu lainnya;
  • Bahan pembuatan sutra sintetis, zat pewarna, cermin, kaca
  • Pengeras lapisan gelatin dan kertas dalam dunia fotografi.
  • Bahan pembuatan pupuk dalam bentuk urea.
  • Bahan untuk pembuatan produk parfum.
  • Bahan pengawet produk kosmetika dan pengeras kuku.
  • Pencegah korosi untuk sumur minyak
  • Dalam konsentrasi yang sangat kecil (kurang dari 1%), Formalin digunakan sebagai pengawet untuk berbagai barang konsumen seperti pembersih barang rumah tangga, cairan pencuci piring, pelembut kulit, perawatan sepatu, shampo mobil, lilin, pasta gigi, dan pembersih karpet.
Formalin yang dikonsumsi oleh manusia dapat berakibat buruk bagi manusia. Dampak jangka pendek formalin yaitu:
  • Bila terhirup dapat menimbulkan iritasi, kerusakan jaringan dan luka pada hidung, tenggorokan, dan saluran pernafasan.
  • Bila terkena kulit dapat menyebabkan perubahan warna kulit menjadi kemerahan, mengeras, mati rasa, dan terasa seperti terbakar.
  • Bila tertelan maka mulut, tenggorokan, dan perut akan terasa seperti terbakar, sakit, mual, muntah, diare, kemungkinan terjadi pendarahan, sakit perut hebat, sakit kepala, hipotensi (tekanan darah rendah), kejang, atau tidak sadar hingga koma.
Sedangkan dalam jangka panjang, formalin dapat menyebabkan beberapa gangguan pada sistem pernafasan, sistem reproduksi, sistem sirkulasi, kerusakan organ ginjal, hati, serta dapat menimbulkan kangker sampai pada kematian.

Boraks
Boraks merupakan suatu senyawa yang berbentuk kristal, warna putih, tidak berbau, larut dalam air dan stabil pada suhu dan tekanan normal. Boraks memiliki banyak nama lain, yaitu Sodium Borate, Borax Decahydrate, Sodium Biborate Decahydrate, Disodium Tetraborate Decahydrate, Sodium Pyroborate Decahydrate, Sodium Tetraborate Decahydrate, Boron Sodium Oxide, Fused Borax. Selain nama-nama boraks yang keren itu, kita juga mengenal boraks dengan sebutan bleng, gendar, dan pijer. Sebenarnya bleng, gendar, dan pijer adalah bahan turunan boraks. Berarti bukan boraks murni, melainkan sudah ditambahkan bahan lain. Namun tetap saja, segala bentuk boraks berbahaya bagi kesehatan.


Boraks dilarang penggunaannya sebagai bahan tambahan pangan, sesuai PerMenkes  No.722/Menkes/Per/IX/ tahun 1988 tentang Bahan Tambahan Makanan. Penggunaan boraks yang diperbolehkan yaitu untuk:
  • Mematri logam
  • Pembuatan gelas dan enamel
  • Pengawet dan anti jamur kayu
  • Obat untuk kulit, dalam bentuk salep
  • Sebagai antiseptic
  • Pembasmi kecoa
  • Campuran pembersih
Bila boraks dikonsumsi manusia dalam jangka panjang, maka dapat menyebabkan gangguan pada organ hati, ginjal, dan otak. Dalam jumlah banyak, konsumsi boraks dapat menyebabkan demam, anuria (tidak terbentuknya urin), koma, merangsang sistem saraf pusat, menimbulkan depresi, apatis, sianosis, tekanan darah turun, kerusakan ginjal, pingsan, hingga kematian.

Pewarna Tekstil (Wantex)
Pewarna tekstil yang umum digunakan dalam makanan adalah Rhodamin B dan Methanil Yellow. Rhodamin B memberi warna merah pada makanan, sedangkan Methanil Yellow memberikan warna kuning. Rhodamin B di pasaran berupa serbuk kristal berwarna merah keunguan, dan ketika dilarutkan dalam air akan berpendar menjadi warna yang menarik tetapi tidak homogen. Methanil Yellow juga tidak jauh berbeda, warnanya cerah, tidak homogen, biasa digunakan dalam industri tekstil dan cat.
Efek pewarna tekstil Rhodamin B dan Methanil Yellow bagi tubuh yaitu dapat menyebabkan gangguan pencernaan, iritasi saluran pernapasan, kerusakan organ hati, dan menyebabkan kangker.

Nah, kalau sudah tahu zat-zat berbahaya yang biasa terkandung dalam makanan, kita juga harus tahu makanan-makanan apa saja yang mengandung zat-zat berbahaya tersebut dan ciri-cirinya, Tunggu post berikutnya yah... :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar